Perihal prosesnya ingin dan balas disambungkan dengan tali usaha, direkatkan dengan cairan keringat, dihidupkan dengan nafas semangat, serta dijodohkan oleh restu Pencipta. Syaratnya, harus ada mulut yang senantiasa mendoa, hati yang slalu siap mensujud, tangan yang tak lupa berkarya, otak yang tak lelah berputar, prasangka yang berkutub positif, juga sabar serta syukur yang setia menemani.
Dalam perjalanannya, bersiap-siaplah. Dia selalu punya kejutan. Kadang kejutan itu berupa sesuatu yang jauh dari ingin. Entah berupa kebaikan ataupun keburukan. Entah berwujud nikmat ataupun bencana. Bukan karena Dia tak sayang, bukan juga karena Dia tak adil. Dia hanya sedang menguji, apakah apa yang diberikan-Nya mempengaruhi cinta kepada Nya? Seharusnya tidak. Karena apapun kondisinya, Dia tetap Maha Pengasih lagi Penyayang. Dan bukankah romantisme cinta selalu membutuhkan pembuktian? Sedangkan cinta tanpa bukti adalah gombal.
Berharap dengan sangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar